Kabupaten Barito Selatan merupakan sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Tengah. Kabupaten ini biasanya disingkat dengan nama BarSel. Kali ini aku akan menceritakan kisah perjalananku menuju ke BarSel. Saat itu aku ke sana dengan tujuan mendampingi tim seleksi UM untuk melakukan seleksi mahasiswa baru jalur kerjasama. Beginilah kisahnya.
Waktu itu kami berangkat bertiga dari Malang, yaitu saya sendiri, kasubdit seleksi dan kasi kerjasama. Dua teman seperjalananku adalah pimpinan di UM, sedangkan aku adalah staf ahli IT. Lebih tepatnya staf yang dianggap ahli. Keikutsertaanku lantaran aku diminta untuk menjadi teknisi seleksi menggunakan komputer.
Perjalanan Dari Malang
Dari malang kami berangkat ke bandara Juanda di Surabaya menggunakan travel. Kami harus ke Surabaya dulu karena pesawat yang menuju ke sana belum tersedia di Malang. Karena pesawatnya berangkat pagi, jadi kami naik travelnya lebih pagi lagi.
Pagi itu Bandara terlihat cukup ramai. Kami tiba di Bandara terlalu cepat. Memang lebih baik terlalu cepat dari pada harus terlambat. Pesawat yang sudah terlanjur terbang tidak mungkin dikejar kan. Sebelum masuk ke ruang tunggu kami sempatkan untuk sarapan terlebih dahulu di salah satu tempat makan yang ada di Bandara. Setelah kenyang, barulah kami masuk.
Karena Bandara yang ramai, kami harus mengantri untuk pengecekan barang dan identitas. Antriannya sangatlah panjang. Di tengah antrian yang panjang itu secara tiba-tiba dan tidak aku tahu bagaimana caranya KTPku hilang. Padahal aku ingat betul aku memasukkannya ke saku.
Untuk mencari KTPku yang hilang, aku harus kembali ke antrian paling belakang, sambil mencari-cari di balik kaki orang-orang yang mengantri. Karena belum ketemu juga aku menyusuri jalan yang tadi aku lewati hingga keluar lagi ke arah pintu masuk bandara, tapi tetap saja aku tidak menemukannya. Akhirnya aku minta bantuan ke bagian security untuk mengumumkan kehilanganku. Dari bagian security aku diberi tahu bahwa aku bisa melewati bagian pengecekan identitas dengan hanya menunjukkan photo KTP saja.
Akhirnya aku bisa melewati bagian pengecekan identitas dan aku bisa masuk pesawat. Kamipun terbang dari Bandara Juanda menuju ke Bandara Tjilik Riwut yang terletak di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Hari itu adalah pertama kalinya aku menapakkan kaki di bandara tersebut. Di bandara kami sudah dijemput oleh mobil dari Pemerintah Daerah Barito Selatan.
Naik Mobil ke Kabupaten Barito Selatan
Perjalanan dari Bandara Tjilik Riwut ke Kabupaten Barito Selatan bukanlah perjalanan yang singkat. Pihak pemda menyampaikan jika nantinya kami akan menempuh perjalanan sekitar 4-5 jam menggunakan mobil. Sebelum perjalanan dimulai kami makan siang dulu karena sudah waktunya makan siang. Setelah makan siang kami sholat juma’at dulu, dan barulah perjalanan panjang dimulai.

Perjalanan panjang dengan mobil dari Palangka Raya ke Kabupaten Barito Selatan cukup melelahkan. Ada jalan di mana kami tidak melihat rumah sama sekali. Ada jalan dimana sinyal tidak ada sama sekali. Bahkan dengan provider yang katanya ada sinyal dimanapun tetap tidak ada sinyal. Teman seperjalanan kami sampai ada yang tidak mau minum banyak-banyak.
Setelah sekitar 4 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Kabupaten Barito Selatan sekitar pukul 5 sore, sesampainya di sana kami langsung melakukan pengecekan lokasi ujian. Tepatnya di SMKN 1 Buntok. Di sana aku bekerja untuk melakukan cek koneksi ke server. Meskipun tempatnya jauh dari kota, internet di sana cukup bagus.

Selesai pengecekan, kami diantar menuju penginapan. Penginapannya cukup bagus meskipun bukanlah hotel berbintang. Di dalam kamar sudah ada kamar mandi dengan air panas, AC dan juga sudah disediakan pemanas air, sehingga aku bisa ngopi dengan mudah. Nama penginapannya adalah Hotel PRF. Berikut ini adalah tampilan hotel PRF dari depan.

Hari Kedua di Barito Selatan
Esok paginya, sebelum aku beraktivitas aku menyempatkan diri untuk berolahraga. Olahraga yang paling mudah tentunya adalah berjalan kaki. Aku jalan kaki berkeliling Kabupaten Barito Selatan. Di perjalanan itu aku sempat singgah di pinggir sungai Barito. Ada sebuah taman disana yang diberi nama Water Front City Buntok. Sungainya sangatlah besar hingga kapal pengangkut batu bara bisa melewati sungai tersebut. Berikut ini adalah tampilan taman tersebut saat aku ke sana.


Saat berolahraga tak lupa aku melakukan tracking menggunakan strava. Berikut ini adalah tampilan strava saat aku berolahraga jalan kaki di Buntok, Kabupaten Barito Selatan.

Selesai berolahraga aku bersiap untuk berangkat menuju sekolah. Teknis acaranya tidak perlu aku ceritakan. Yang jelas, kami selesai sekitar jam 5 sore. Aku kira acara cuma sebentar tapi ternyata ada kendala sehingga waktunya harus sampai sore. Setelah acara usai, kami kembali ke penginapan dan beristirahat.
Pulang ke Malang
Esok harinya kami harus kembali ke Malang. Untuk itu kami harus kembali ke Bandara Tjilik Riwut lagi. Artinya kami harus menempuh perjalanan panjang di atas mobil lagi untuk bisa sampai di bandara. Perjalanan tersebut masih diantar oleh pihak Pemda Kabupaten Barito Selatan.
Pesawat yang kami tumpangi terbang dari Tjilik Riwut ke Juanda. Sesampainya di Juanda aku masih berusaha mencari KTP ku yang hilang. Jadi aku menuju ke Aviation Security yang ada di Bandara Juanda untuk melakukan pengecekan. Biasanya barang-barang yang hilang akan ditampung di bagian ini. Tapi ternyata KTPku tidak ada, ya sudahlah.
Dari Banda Juanda menuju ke Malang kami kembali menggunakan jasa travel. Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 2 jam. Sayangnya travelnya tidak mengantarkan sampai rumah, tapi mengantarkan ke kantor karena ada salah satu teman seperjalanan yang harus rapat di kantor malam itu. Jadi aku pulang ke rumah naik taksol.
Penutup
Demikianlah kisah perjalanan pertamaku menuju ke Kabupaten Barito Selatan, tepatnya ke Kota Buntok. Perjalanan tersebut merupakan perjalanan pertamaku ke daerah itu.





