LaTeX Pembuat Dokumen Andalanku

LaTeX merupakan aplikasi yang digunakan untuk membuat dokumen. Aku menjadikannya sebagai alternatif pengganti Ms. Word di Linux. Tapi aplikasi ini sangat berbeda dengan Ms.Word apa saja perbedaannya dan bagaimana kita menggunakannya. Mari kita bahas di bawah ya.

Sebelum lebih jauh, yuk kita kenalan dulu. LaTex adalah pengembangan dari TeX. TeX sendiri merukan bahasa pemrograman yang dibuat oleh Donald Knuth pada tahun 1978 yang bertujuan untuk menghasilkan dokumen dengan kualitas tinggi. Karena merupakan bahasa pemrogragran, jadi kita harus menulis dulu kode-nya dan TeX akan melakukan kompilasi kode yang kita tulis sehingga menghasilkan dokumen.

logo latex

Sejarah LaTeX

Pada tahun 1980-an Leslie Lamport mengembangkan LaTeX untuk menyederhanakan penulisan kode-kode dokumen menggunakan TeX. Pengembangannya adalah dengan cara memodifikasi TeX dengan menambahkan fitur-fitur baru, seperti section, seubsection, table, dan lainnya. Sintaks-nya juga menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami.

Jika dilihat dari tahun pengembangannya, TeX lebih tua dari pada Windows 1.0 yang dirilis tahun 1985. Tentunya dia juga lebih tua dari Microsoft Office yang rilis pertama tahun 1989. Sedangkan LaTeX juga dikembangkan tahun 1980-an (tidak tahu tahun persisnya). Tapi Ms. Office lebih terkenal karena memang kemudahannya. Ms. Office menghadirkan interface yang mudah dengan editor yang WYSIWYG (What You See Is What You Get). Artinya apa yang kita ketik yang itu yang akan kita dapatkan saat kita mencetaknya.

Di sisi lain kita harus mengetik LaTeX menggunakan sintaks sintaks khusus yang harus kita pelajari dan kuasai terlebih dahulu. Untuk mendapatkan hasil cetakan kita harus mengkopilasinya terlebih dahulu. Jika ada perubahan kita juga harus mengkompilasi lagi agar cetakannya menjadi yang terbaru. Mungkin itulah yang mengakibatkan dia kurang populer. Meski kurang populer di orang kebanyakan, tapi dia sangatlah populer di kalangan akademisi dan juga peneliti.

Cara Pemakaian

Setelah kita mengetahui sejarahnya, lantas bagaimana kita bisa menggunakannya. Apakah hanya di linux saja atau bisa juga di windows. LaTeX awalnya hanya dikembangkan untuk sistem UNIX saja, namun kini kita bisa menggunakanya untuk Linux, Windows dan Mac. Untuk dapat menggunakannya kita harus menginstall distribusinya terlebih dahulu, yaitu TeX Live untuk Linux, MiKTeX untuk Windows dan MacTeX untuk MacOS.

Selain menginstall distribusi, kita juga harus memiliki sebuah text editor dan pembaca PDF. Text Editor kita gunakan untuk menulis kode-kode latex. Distribusi digunakan untuk mengkompilasi kode-kode tersebut menjadi dokumen. Format dokumen yang didukung antara lain PDF, DVI dan PS, tapi umumnya dikompilasi menjadi PDF sehingga kita perlu aplikasi pembaca PDF.

Menurutku text editor bisa apa saja, tapi kalau ingin lebih mudah gunakan aplikasi text editor yang mendukung LaTeX. Aku sendiri saat ini suka menggunakan TeXstudio. TeXstudio sudah dilengkapi dengan menu-menu yang memudahkan kita membuat dokumen. Selain itu juga sudah tombol kompilasi dan bisa langsung menampilkan hasil kompilasinya.

Jika menginginkan membuat dokumen secara online dan dapat dibuka dimana saja kita dapat menggunakan aplikasi online bernama overleaf. Dengan overleaf kita tidak perlu lagi menginstall distribusi latex karena distribusinya sudah ada di servernya overleaf. Kita tinggal ketik-ketik, kompilasi dan jadilah dokumen kita. Selain itu overleaf juga menawarkan visual editor yang memudahkan kita saat proses membuat dokumen.

Demikianlah sedikit penjelasan tentang LaTeX. Lain waktu kita akan membahas bagaimana cara membuat dokumen pertama kita menggunakan aplikasi ini. Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat untuk teman-teman ya.

Ardhan Wahyu Rahmanu
Ardhan Wahyu Rahmanu

Aku adalah seorang pemikir sistematis yang idealis, mandiri, dan reflektif — terus-menerus membangun hidup yang bermakna melalui belajar, bekerja, menulis, dan menjaga arah hidup yang sadar.

Articles: 99

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!