Selama ini otak manusia sering kali dianggap sebagai alat yang hanya digunakan untuk berpikir. Padahal fungsi otak jauh lebih kompleks daripada sekadar aktivitas berpikir. Bahkan, kemampuan otak untuk berpikir abstrak baru berkembang secara signifikan pada manusia modern. Selama bertahun-tahun otak mengalami evolusi dalam hal kompleksitas koneksi saraf.
Di sini aku tertarik untuk mengetahui bagaimana sih sebenarnya cara kerja otak itu. Aku tertarik untuk belajar tentang otak karena saat ini aku sedang mempelajari buku karya Daniel Goleman yang berjudul Emotional Intelligence. Di bab awal buku ini cukup menarik dengan menggambarkan bahwa saat ini banyak orang yang ternyata mengalami pembajakan emosi dan melakukan hal-hal diluar nalar. Jadi bagaimana sebenarnya otak manusia itu bekerja. Yuk kita lihat sedikit penjelasan ini.
Hubungan Keterampilan dengan Otak Manusia
Oke, pertama kita harus tahu bagaimana otak itu bekerja. Otak manusia sering digambarkan seperti daging yang berkerut-kerut. Namun, jika kita ingin memahami cara kerja otak kita bisa membayangkan otak sebagai sebuah papan sirkuit yang di dalamnya terdapat banyak sekali jalur. Jalur yang ada pada papan sirkuit itu dibangun oleh manusia menggunakan pengalaman yang dialami. Pengalaman yang terjadi berulang-ulang akan memperkuat jalur pada papan sirkuit tersebut.
Mari kita contohkan orang yang belajar menyetir mobil. Saat pertama belajar menyetir mobil, otak kita masih berpikir bagaimana cara memasukkan gigi, seberapa banyak harus memutar setir dan seberapa besar tekanan gas yang harus kita lakukan. Semakin lama kita belajar, kita sudah tidak berfikir lagi dan semuanya seperti otomatis. Saat masih proses belajar sebenarnya otak sedang membangun jalur, dan saat kita sudah mahir otak sudah memiliki jalur untuk menyetir mobil yang kuat.
Beberapa tahun yang lalu aku membaca buku karya Pak Tung Desem Waringin, beliau menyebutkan bahwa perulangan ada ibu dari segala ketrampilan. Nah, dengan mengetahui cara kerja otak yang seperti itu aku menjadi yakin bahwa pernyataan Pak Tung benar. Selain itu ada quote lama yang menyebutkan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Lagi-lagi, dengan analogi kerja otak maka quote itu menurutku juga benar.
Terjadinya Trauma
Selain otak manusia membangun jalur ketrampilan, ternyata otak juga membangun jalur trauma. Berbeda dengan ketrampilan yang semakin kuat ketika diasah, trauma justru dibangun hanya dengan sekali pengamalan yang sangat emosional. Sebagai contohnya pengalaman diputus oleh pacar. Pengalaman itu membentuk jalur yang sangat kuat.
Bisa dianalogikan, ketika kita belajar ketrampilan maka bahan-bahan yang dgunakan untuk membangun jalur tersebut diproduksi dalam jumlah sedikit dan kualitas biasa. Jadi jika kita berlatih terus menerus jalur tersebut akan semakin menguat. Tapi jika tidak dilatih, lama kelamaan jalur itu memudar. Sedangkan pada trauma bahan yang digunakan untuk membangun jalur diproduksi dalam jumlah besar dan bahan yang kuat. Karena kuatnya bahan tersebut trauma biasanya sulit untuk hilang.
Nah, demikianlah sedikit penjelasan tentang cara kerja otak. Sebenarnya, selain kita mengetahui cara kerjanya kita juga harus mengetahui komponen apa saja yang menyusun otak, tapi itu di tulisan lain saja ya. Semoga bermanfaat.😁




