Menggunakan Fountain Pen

Kali ini aku akan berbagi pengalamanku menggunakan fountain pen. Pada tulisan ini aku akan menjelaskan kenapa aku berpindah menggunakan pena yang klasik ini. Aku juga akan menjelaskan bagaimana caranya jika teman-teman ingin menggunakan pena ini juga. Yuk kita simak.

Menulis buku harian telah menjadi rutinitasku sejak tahun 2013. Sebelum tahun itu, sebenarnya aku juga suka dengan karya sastra. Sejak SMP aku sudah suka dengan karya sastra berupa puisi. Aku dulu juga sering menulis puisi. Waktu SMA aku juga sempat berfikir untuk menjadi novelis dan pernah juga menulis cerita-cerita pendek untuk aku nikmati sendiri. Sayangnya sekarang aku tidak menjadi penulis, tapi aku menjadi blogger dan programmer.

Aku sebenarnya pernah menulis buku harian menggunakan aplikasi seperti evernote atau redjournal. Akan tetapi, menurut beberapa penelitian menulis menggunakan tangan memiliki banyak manfaat sehingga aku mempertahankan menulis dengan kertas dan pena. Selain itu ada juga yang bilang jika kita menulis menggunakan pena pada suatu kertas, maka tulisan itu juga akan tertulis secara permanen di otak. Jadi aku memutuskan untuk menggunakan pena dan kertas.

Alasan Menggunakan Fountain Pen

Daftar pena yang pernah aku gunakan sudah pernah aku tulis sebelumnya. Tulisan ini akan fokus pada penggunaan Fountain Pen. Jadi, aku pindah menggunakan fountain pen karena beberapa hal berikut ini:

Tidak perlu sering beli refill

Alasan yang pertama adalah dengan menggunakan fountain pen, aku tidak perlu sering-sering membeli refill. Hitungan tintanya juga lebih murah jika aku membandingkan dengan refill untuk ballpoint. Tapi, murah tidaknya juga masih dipengaruhi oleh merk dan jenis tinta yang kita gunakan.

Bentuknya Unik dan Klasik

Dengan bentuk yang unik, fountain pen tidak akan mudah tertukar dengan orang lain. Pena ini juga tidak akan mudah hilang, seperti layaknya pena-pena murah. Bentuk yang unik ini memberikan kesan pena yang elegan.

Karena bentuknya yang klasik, pena ini tidak mudah dipinjam oleh teman. Teman kita belum tentu bisa menggunakannya. Apalagi aku jarang menggunakan tinta warna hitam untuk menulis buku harian. Aku lebih senang menggunakan warna gelap selain hitam. Jadi tidak mungkin dipinjam untuk tanda tangan.

Menggunakan Fountain Pen Mendukung Gaya Menulisku

Menggunakan fountain pen sebenarnya mendukung gaya menulisku yang menggunakan gaya tegak bersambung. Dari dulu aku memang suka menggunakan gaya menulis ini. Beberapa teman mengatakan untuk menulis tegak bersambung itu cukup sulit. Tapi aku sudah terbiasa dengan gaya ini.

Hubungan fountain pen dengan gaya menulis tegak bersambung sangatlah erat. Fountain pen bekerja dengan cara mengalirkan tinta secara terus menerus ke ujung pena. Cara ini akan mengakibatkan tulisan bersambung yang aku buat tidak putus-putus. Selain itu aku juga bisa membuat variasi tekanan saat menggunakan fountain pen untuk membuat tulisanku ada efek tebal dan tipis.

Warna Tinta

Warna tinta yang bisa pilih untuk fountain pen itu ada sangat banyak sekali. Jadi, jika kita bosan dengan suatu warna kita bisa bebas mengganti tintanya walaupun itu belum habis. Aku termasuk orang yang tidak begitu suka menulis dengan warna hitam, jadi dengan fountain pen aku terbantu untuk menggunakan pena dengan banyak pilihan warna.

Jika ingin Menggunakan Fountain Pen

Jika teman-teman ingin menggunakan fountain pen untuk menulis, teman-teman harus mengetahui beberapa hal dasar berikut ini tentang fountain pen.

Mengenal Bagian Pena

Pertama kita harus mengenal bagian-bagian dari fountain pen. Secara umum, ada 3 bagian yang harus kita ketahui, yaitu:

  1. Ujung pena yang disebut dengan nib
  2. Tempat penyimpanan tinta. Ada 2 jenis, yaitu cartridge dan dan converter.
  3. Bodi pena yang disebut dengan barrel.

Mengenal Nib

Agar tidak salah dalam membeli fountain pen, kita harus mengenal nib terlebih dahulu. Nib pada fountain pen itu ukurannya beda dengan ballpoint. Pada fountain pen, nib biasanya berukuran Extra Fine (EF), Fine (F), Medium (M), Broad (B).

Selain itu, fountain pen juga dibedakan antara fountain pen keluaran asia dan keluaran barat (Amerika, Eropa). Umumnya ukuran nib untuk fountain pen keluaran barat lebih besar dibanding keluaran asia. Ukuran F pada fountain pen barat sama dengan ukuran M fountain pen asia.

menggunakan fountain pen dengan nib yang tepat

Mengenal Penyimpanan Tinta

Seperti yang aku bilang sebelumnya bahwa tempat penyimpanan tinta ada 2. Yang pertama adalah cartridge. Cartridge merupakan penyimpanan tinta yang tidak dapat diisi. Ketika tinta pada cartridge habis kita harus membeli cartridge baru. Jadinya semacam refill ballpoint. Converter merupakan penyimpanan tinta yang dapat diisi ulang.

menggunakan fountain pen dengan cartridge
menggunakan fountain pen dengan converter

Tinta

Jika kita menggunakan fountain pen dengan converter, tentunya kita harus menyiapkan tinta untuk mengisinya. Tinta yang digunakan pada fountain pen bukanlah sembarang tinta, tapi tinta yang memang didesain khusus untuk fountain pen. Biasanya tinta fountain pen itu cair dan berbasis air.

Sebenarnya, sebagian besar produsen fountain pen memproduksi tinta fountain pen. Sebagai contoh adalah perusahaan pilot yang memproduksi fountain pen sekaligus juga tinta fountain pen. Tinta fountain pen pilot ada beberapa pilihan.

Menggunakan Fountain Pen pada Kertas yang Tepat

Kertas memang bukan merupakan bagian dari fountain pen. Tapi, tidak semua kertas dapat digunakan untuk menulis menggunakan fountain pen. Hal ini karena jenis tinta fountain pen adalah tinta yang sangat cair. Kertas yang direkomendasikan untuk fountain pen adalah kertas yang memiliki permukaan halus. Jika permukaannya kasar justru akan merusak ujung pena. Kertas yang biasa aku gunakan adalah merk Maruman.

Kekurangan Menggunakan Fountain Pen

Menggunakan fountain pen memang memiliki banyak keuntungan, tapi sayangnya tidak terlepas dari beberapa kekurangan. Berikut ini adalah beberapa kekurangan fountain pen.

Harganya Lumayan

Harga fountain pen itu tidak murah jika dibandingkan dengan ballpoint biasa. Tapi meskipun begitu kita harus paham juga prinsip ekonominya. Fountain pen dengan harga yang lumayan bisa kita gunakan sampai bertahun-tahun. Tapi tetap tergantung dari cara penyimpanannya. Kalau misalkan baru beli kemudian jatuh dan terlindas mobil tentu saja umurnya cuma 1 hari saja.

Terkena Tinta

Kita akan sering terkena tinta jika tidak hati-hati saat memakai fountain pen. Aku yang sudah menggunakan fountain pen cukup lama masih saja sering terkena tinta saat melakukan pengisian. Kadang kalau kita menaruh tinta dengan posisi nib di bawah maka tinta tersebut akan mengalir ke tutup pena sehingga tutup pena. Tinta tersebut juga akan menempel pada bagian pegangan pena sehingga kita akan terkena tinta saat menulis.

Penutup

Demikianlah beberapa alasan yang membuat aku menggunakan fountain pen. Saat ini aku menggunakan fountain pen dari pilot. Aku suka pena dari pilot karena memiliki ujung pena yang besar dan pegangan yang enak. Aku sempat menggunakan parker tapi body pena tersebut terlalu kecil sehingga tidak nyaman digunakan.Tinta yang aku gunakan juga dari pilot. Meskipun begitu aku juga punya stok tinta dari diamine.

Semoga tulisan ini membuka wawasan teman-teman tentang fountain pen dan kenapa aku memilih fountain pen. Sampai bertemu lagi pada tulisan-tulisanku yang berikutnya. Terima kasih sudah membaca.

Ardhan Wahyu Rahmanu
Ardhan Wahyu Rahmanu

Aku adalah seorang pemikir sistematis yang idealis, mandiri, dan reflektif — terus-menerus membangun hidup yang bermakna melalui belajar, bekerja, menulis, dan menjaga arah hidup yang sadar.

Articles: 99

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!