Aplikasi Strava

Aplikasi Strava diluncurkan pertama kali pada tahun 2009. Aplikasi ini diciptakan oleh Michael Horvath dan Mark Gainey. Mereka berdua merupakan atlet olahraga dayung. Mereka memiliki visi untuk menghubungkan para pencinta olahraga dan membantu para pencinta olahraga tersebut melacak serta menganalisis aktivitasnya.

Siapa sangka nama yang digunakan saat peluncuran aplikasi strava bukanlah strava, tapi strive. Dalam bahasa Swedia strive artinya adalah “berjuang”. Jadi, jika menggunakan aplikasi strava artinya kita harus berjuang.

Yang aku suka dengan aplikasi strava adalah aplikasi ini dapat terhubung dengan aplikasi xiaomi yang aku gunakan sehari-hari. Terhubungnya tidak secara langsung melainkan menggunakan API. Jadi apa saja kelebihan strava dibandingkan dengan aplikasi-aplikasi yang lain:

Fitur Pertemanan

Aplikasi strava memiliki fitur pertemanan sehingga kita bisa berteman dengan orang yang juga cinta olahraga. Kita bisa bisa melihat aktivitas teman kita yang secara otomatis akan meningkatkan motivasi kita dalam berolahraga. Setiap kali kita menggunggah aktivitas olahraga, teman kita bisa memberikan komentar atau kudo. Memberikan kudo berarti memberikan dukungan berupa acungan jempol kepada suatu aktivitas yang digunggah di strava. Istilah kudo ini diambil dari “Kudos” yang berarti pujian, sanjungan, atau penghargaan atas suatu prestasi.

Klub Olahraga

Di aplikasi strava kita bisa membuat atau bergabung dengan klub olahraga. Pada klub itu kita bisa memantau siapa saja anggota klub, kita juga bisa melihat statistik aktivitas dari anggota klub tersebut. Di klub, kita juga bisa membuat event yang nantinya bisa diikuti oleh anggota klub.

klub olahraga pada aplikasi strava

Tantangan

Aplikasi strava menyediakan fitur tantangan. Tantangan tersebut bisa dibuat oleh official strava atau dibuat oleh klub. Contoh tantangan yang biasanya dibuat official strava adalah berjalan 5km dalam 1 bulan, bersepeda 200km dalam 1 bulan, dan masih ada beberapa tantangan lain yang dapat kita ikuti. Dengan menyelesaikan tantangan kita akan mendapatkan badges. Dengan ikut tantangan di strava kita akan mendapatkan motivasi tambahan untuk berolahraga.

Segment di Aplikasi Strava

Segment merupakan suatu jalur yang dibuat oleh pengguna strava. Jalur ini biasanya digunakan untuk bersepeda atau berlari. Dengan melewati segment kita akan bisa melihat analisa performa kita pada segment tersebut. Kita juga bisa melihat performa atlet-atlet yang melewati segment itu.

Dari segment kita bisa mendapatkan beberapa penghargaan. Berikut ini adalah beberapa penghargaan yang bisa kita dapatkan dari segment ketika kita bersepeda.

  1. KOM (King Of Mountain)
    Jika kita bicara dunia sepeda profesional, KOM adalah gelar yang diberikan kepada atlet yang berhasil mencapai puncak tanjakan dengan waktu tercepat. Tapi, KOM pada strava ada sedikit perbedaan, yaitu gelar yang diberikan kepada atlet tercepat pada suatu segment.
  2. Local Legend
    Berbeda dengan KOM, local legend adalah gelar yang diberikan kepada atlet yang paling sering melewati segment tersebut tidak peduli seberapa cepat atau lambatnya atlet tersebut melewati segment itu. Jika dia lebih banyak melewati segment dibandingkan dengan atlet yang lain, dia akan mendapatkan gelar Local Legend.
  3. Top 10
    Top 10 adalah gelar yang diberikan kepada 10 atlet tercepat yang melalui segment.

Kecurangan Atlet di Aplikasi Strava

Strava menentukan kecepatan seseorang dengan memanfaatkan data GPS yang tersimpan pada file GPX. Strava telah melengkapi dirinya dengan algoritma pendeteksi kecepatan. Suatu ketika aku pernah salah melakukan tracking, yang seharusnya bersepeda malah aku isi dengan berjalan. Strava secara otomatis akan mengingatkan kecepatan berjalanku tidak wajar dan diminta mengubahnya sebagai aktivitas bersepeda.

Contoh sebelumnya dikarenakan aku lupa, tapi bagaimana jika ada atlet yang memang sengaja melakukan kecurangan. Jika kecepatan yang dia lakukan wajar, secara umum strava tidak dapat melihatnya. Misalnya, bisa saja ada yang naik motor dan menyalakan aplikasi strava lalu menyimpannya sebagai aktivitas bersepeda pancal. Strava tentu tidak bisa mendeteksi kecurangan tersebut.

Jika kecurangan itu kecil, mungkin tidak akan terdeteksi. Tapi, jika kita melakukan kecurangan yang cukup frontal, kita bisa saja akan dilaporkan oleh pengguna lain. Misalnya kita melakukan kecurangan hingga mendapatkan KOM. Tentu saja orang yang KOM-nya terambil akan melihat dan menganalisa siapa yang telah mengalahkannya. Jika pengguna tersebut merasa yang mengalahkannya tidak wajar, dia bisa melaporkan kita ke strava. Semakin banyak pengguna yang melaporkan aktivitas kita yang tidak wajar semakin cepat strava akan menganulir aktivitas yang kita buat.

Strava yang awalnya digunakan untuk menghubungkan pencinta olahraga bisa berubah menjadi aplikasi untuk saling pamer. Ada beberapa guyon tentang strava dimana ada orang menyewakan jasa strava. Maksudnya, jika kita ingin aktivitas berlari maka orang itu yang akan lari untuk kita.

Saranku, jadilah atlet yang baik. Tidak perlu melakukan kecurangan. Aplikasi tersebut dibuat agar kita terbantu dan termotivasi untuk berolahraga. Untuk apa kita terlihat keren tapi curang.

Penutup

Saat ini aku juga menggunakan strava. Aku lebih banyak menggunakan strava untuk melakukan pelacakan bersepeda. Selain bersepeda, sebenarnya aku juga melakukan olahraga lain seperti angkat beban dan pingpong. Tapi seringnya 2 aktivitas itu jarang sekali aku rekam karena tidak ada tantangannya di strava. Tantangan official di strava lebih banyak untuk jalan, lari dan bersepeda.

Demikianlah penjelasan tentang aplikasi strava. Jika teman-teman ingin menjadi temanku di strava bisa ikut aku ya. Nanti aku ikuti balik. Salam olahraga, tetap sehat, tetap semangat, jangan curang.

Ardhan Wahyu Rahmanu
Ardhan Wahyu Rahmanu

Aku adalah seorang pemikir sistematis yang idealis, mandiri, dan reflektif — terus-menerus membangun hidup yang bermakna melalui belajar, bekerja, menulis, dan menjaga arah hidup yang sadar.

Articles: 99

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!