Pulpen merupakan alat tulis yang biasanya kita gunakan. Tapi sekarang sudah era komputer dan internet. Apakah pulpen masih menjadi benda yang penting? Banyak yang membuat catatan pada komputer. Banyak juga yang menggunakan HP untuk memotret catatan dosen/guru. Meski begitu aku masih menganggap pulpen adalah sesuatu yang penting. Meskipun aku merupakan seorang programmer dan sering menulis dengan komputer, tapi aku tetap menulis beberapa hal di kertas.
Sejak tahun 2013 aku mencoba untuk memasukkan kegiatan menulis di kertas sebagai rutinitas harianku. Aku merasa perlu untuk menulis di kertas karena menurut beberapa sumber, menulis di kertas itu sangat bermanfaat. Beberapa manfaat dari menulis di kertas antara lain: meningkatkan daya ingat, meningkatkan kreativitas, memperkuat fokus, mengurangi stres, dan meningkatkan kemampuan motorik halus.
Pulpen dalam Kehidupanku
Untuk bisa menulis di kertas, tentunya aku memerlukan alat tulis. Untuk saat ini, pulpen yang biasa aku gunakan adalah fountain pen. Aku sudah pernah mencoba beberapa alat tulis sebelum akhirnya aku menggunakan fountain pen. Beberapa pulpen favoritku sebelum menggunakan fountain pen antara lain:
Ballpoint Standard Pen AE7.
Ballpoint ini sangat murah meriah. Aku biasanya beli ballpoint ini 1 kotak. Sayangnya karena harganya murah, ballpoint ini sering hilang. Enaknya menggunakan ballpoint ini adalah tintannya yang sangat hitam dan mengucur sangat deras. Karena terlalu deras, biasanya seperti menulis agak panjang ada butiran tinta yang menggelembung di ujung pen-nya sehingga sebelum menulis lagi harus dibersihkan dulu.

Ballpoint Snowman V5
Aku suka ballpoint ini karena ada beberapa pilihan warna, yaitu hitam, merah dan biru. Aku suka lagi karena dia mekanik, sehingga tidak perlu menyimpan tutup pulpen. Pengalaman menggunakan pulpen standard adalah tutupnya sering hilang. Sayangnya setelah beberapa bulan, tulisan yang dibuat oleh snowman ini akan muncul banyangan kuning

Zebra Sarasa Clip
Ballpoint favorit selanjutnya adalah Zebra Sarasa Clip. Ballpoint gel ini menjadi favoritku karena dengan Ballpoint ini aku tidak perlu sering-sering beli pulpen. Jika isinya habis aku bisa membeli isinya tanpa harus membeli wadahnya lagi. Sarasa punya sangat banyak pilihan warna, namun tidak semua warna refillnya mudah didapat. Biasanya hanya warna dasar saja yang refillnya dijual, yaitu warna hitam, merah dan biru.

Pulpen Kurang Favorit
Ada 1 ballpoint yang aku coba tapi tidak menjadi favoritku, yaitu Parker Jotter. Aku mencoba pulpen ini karena pernah diberi hadiah. Parker ini sebenarnya merk yang sangat bagus. Bodinya tebal dan dapat digrafir, sehingga sering dijadikan hadiah. Aku tidak begitu senang menggunakannya karena warna tintanya yang kurang terang.

Setelah menggunakan berbagai pulpen, aku merasa ada yang kurang. Sebagai seseorang yang suka menulis, aku membutuhkan alat tulis yang berbeda. Tentunya aku browsing-browsing pulpen apa yang paling enak. Akhirnya aku bertemu dengan yang namanya Fountain Pen. Pulpen premium yang terlihat klasik. Selama kehidupanku hingga saat itu, aku belum pernah melihat teman, kerabat, saudara atau siapapun yang menggunakan fountain pen. Akhirnya aku tergerak untuk mencoba.
Fountain pen pertamaku adalah parker. Sayangnya pengalaman pertamaku dengan fountain pen kurang menarik dan aku sempat berfikir untuk tidak menggunakannya lagi. Tapi setelah bertemu fountain pen yang tepat, rasanya sangat menyenangkan.
Demikianlah sekelumit ceritaku tentang pulpen. Lain waktu aku akan berbagi pengalaman menggunakan fountain pen. Apa saja merk fountain pen, jenis fountain pen, cara menggunakan dan bagaimana cara memilih fountain pen yang tepat.





