Menggunakan LaTeX bisa dibilang gampang, bisa juga dibilang susah. Gampangnya adalah kita tidak perlu lagi berfikir untuk mengatur format yang kadang tidak konsisten. Tapi, susahnya kita harus menguasai perintah perintah yang digunakan pada latex. Kali ini aku akan mencoba menjelaskan beberapa perintah dasar yang akan kita gunakan saat kita membuat dokumen dengan bantuan latex.
Seperti yang pernah aku jelaskan sebelumnya, untuk bisa menggunakan latex teman-teman harus sudah menginstall distribusi latex terlebih dahulu. Selain itu teman-teman juga harus sudah punya text editor. Lebih baik lagi jika punya text editor khusus latex seperti TeXstudio, Tex Maker atau yang lain. Kalau tidak punya juga tidak masalah, kita bisa menggunakan notepad atau yang lain.
Langkah Membuat File Latex
Jika persiapan-nya sudah, selanjutnya silahkan teman-teman ikuti langkah-langkah berikut ini:
- Buat sebuah direktori dengan nama “Latihan LaTeX”
- Masuklah ke direktori tersebut dan buat 1 file dengan nama main.tex
- Bukalah file main.tex dan mari kita buat dokumen pertama kita
\documentclass[a4paper,10pt,oneside]{article}
\title{Latihan Menulis dengan LaTeX}
\author{Ardhanx}
\date{\today}
\begin{document}
\maketitle
\section{Pendahuluan}
Bagian pertama akan menjelaskan kenapa kita menggunakan latex.
\section{Kajian}
Bagian kedua akan menjelaskan cara menggunakan latex.
\end{document}
Source Code contoh dapat dilihat di https://github.com/ardhan/contoh-latex
Jenis Parameter Latex
Mari kita cermati bersama contoh di atas. Untuk menggunakan latex, kita harus paham perintah-perintahnya. \documentclass, \title, \author, \date, \begin, \end, \section, dan \maketitle merupakan beberapa contoh perintah. Perintah tersebut ada yang berpasangan ada yang tidak. Perintah di latex bisa dikategorikan sebagai berikut:
- Perintah tanpa parameter. Perintah ini tidak membutuhkan parameter. Contoh perintah yang tidak menggunakan paramater adalah \maketitle.
- Perintah dengan 1 parameter. Perintah ini harus diikuti dengan parameter tertentu. Untuk contoh di atas, perintah dengan parameter adalah \title, \author, \date, dan lain-lain. Parameter untuk perintah tersebut dimasukkan ke dalam kurung kurawal.
- Perintah dengan 2 parameter. Perintah ini tidak harus menggunakan 2 parameter namun bisa menggunakan 2 parameter. Parameter yang kedua adalah parameter opsional, yang berarti bisa diisi bisa juga tidak. Parameter opsional biasanya ditaruh di depan parameter utama menggunakan kurung kotak. Contohnya pada \documentclass[a4paper,10pt,oneside]{article}, [a4paper,10pt,oneside] merupakan parameter opsional.
- Perintah berpasangan. Sebenarnya lebih tepat disebut perintah dengan parameter berpasangan. Perintah dengan parameter berpasangan dimulai dengan \begin{nama_parameter} dan diakhiri dengan \end{nama_parameter}. nama_parameter harus sama.
Mencermati Contoh Menggunakan Latex
Sekarang mari kita coba cermati contoh menggunakan latex di atas. Latex tersebut dimulai dengan perintah \documentclass yang menggunakan 2 parameter yaitu [a4paper,10pt,oneside] dan {article}. \documentclass adalah perintah yang harus selalu diketikkan di awal ketika kita membuat dokumen menggunakan latex. Parameter untuk \documentclass adalah pengaturan dokumen dan format dokumen. Format dokumen yang digunakan pada contoh tersebut adalah article. Berikut ini adalah beberapa format dokumen yang dapat digunakan:
- article, digunakan untuk penulisan makalah atau artikel ilmiah.
- book, digunakan untuk buku, tesis, atau disertasi
- report, dapat digunakan untuk format laporan atau proposal
- letter, bisa digunakan untuk menulis surat formal atau informal
Setelah \documentclass terdapat perintah \title yang digunakan untuk mengisi judul artikel yang kita buat, \author untuk mengisi nama penulis, dan \date untuk mengisi tanggal. \today juga merupakan perintah yang digunakan untuk mengeluarkan tanggal saat kompilasi dokumen.
Menulis Konten Menggunakan Latex
Selanjutnya jika kita cermati, terdapat perintah-perintah pada bagian diantara \begin{dokumen} dan \end{dokumen}. Di bagian itulah kita akan membuat isi dokumen yang akan kita buat. Perintah-perintah yang dituliskan sebelum \begin{dokumen} biasanya digunakan untuk pengaturan dokumen. Perintah-perintah pengaturan tidak dapat digunakan di dalam bagian konten, begitu pula sebaliknya.
Jadi apa saja perintah-perintah yang dapat kita pakai pada bagian konten? Yang sudah jelas pada contoh di atas adalah \section. Selain section ada beberapa perintah lain yang kita juga harus paham agar bisa menggunakan latex dengan mudah. Berikut ini contoh-contoh perintah latex untuk font. Contoh ini aku ambil dari TeXstudio.

Sebenarnya masih banyak lagi perintah-perintah di latex. Untuk lebih lengkapnya teman-teman bisa melihat di Wiki Latex, karena aku tidak mungkin menjelaskan satu persatu perintah tersebut pada sebuah tulisan. Jika ingin lebih mudah lagi, teman-teman bisa menggunakan Editor Khusus LaTex. Berikut ini adalah editor khusus latex yang aku gunakan.

Jika teman-teman menggunakan editor khusus latex, maka teman-teman dapat langsung mengkompilasi file *.tex dan melihat langsung hasilnya. Jika tidak, maka teman teman perlu mengkompilasi file tersebut secara manual dengan perintah dan mencari file pdfnya di direktori yang sama.
pdflatex main.tex
Demikianlah sedikit penjelasan cara menggunakan LaTeX. Kalau kita lihat contoh yang diberikan hanya sederhana, tapi latex bisa membuat dokumen yang sangat kompleks. Aku sendiri menulis skripsi waktu kuliah di jurusan matematika UM menggunakan latex. Semoga tulisan di atas bermanfaat untuk teman-teman.


