Sejarah kriptografi dimulai bertahun-tahun yang lalu. Oh ya kriptografi apa ya? Kriptografi sederhananya dapat kita sebut sebagai sebuah teknik untuk menjaga kerahasiaan suatu informasi. Pada tulisan ini aku akan mencoba untuk menjelaskan sejarahnya.
Sejarah kriptografi sebenarnya sangatlah panjang. Menjaga kerasahasiaan informasi sudah dilakukan sejak dulu kala meskipun dulunya tidak disebut secara spesifik sebagai kriptografi. Berikut beberapa contoh penggunaan kriptografi pada zaman kuno:
- Di Mesir Kuno terdapat tulisan Hieroglif. Tulisan tersebut dianggap sebagai teknik untuk menjaga kerahasiaan informasi dikarenakan tidak semua orang dapat membaca tulisan tersebut.
- Di Yunani Kuno, orang-orang Spartan menggunakan alat bernama Scytale untuk menyembunyikan pesan.
- Di Romawi Kuno, Kaisar Julius Caesar menggunakan teknik subsitusi pesan untuk menyandikan pesan. Teknik ini sekarang disebut dengan Caesar Chiper.

Dalam kriptografi, proses mengubah pesan asli (plaintext) menjadi pesan tersandi (chipertext) disebut dengan proses enkripsi. Kebalikan dari proses enkripsi adalah proses dekripsi. Proses mengubah pesan biasanya mengikuti langkah-langkah matematis tertentu yang disebut dengan algoritma kriptografi.
Dari jenis algoritma yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi, kriptografi dibagi menjadi 2, yaitu klasik dan modern. Kriptografi klasik menggunakan algoritma yang sederhana yang memungkinkan algoritma tersebut dikerjakan secara manual atau dengan menggunakan mesin mekanik. Sedangkan untuk yang modern, algoritma yang digunakan umumnya lebih komplek sehingga membutuhkan daya komputasi yang besar.
Sejarah Kriptografi di PD II
Pada zaman perang dunia dunia II, Jerman menggunakan mesin bernama Enigma untuk melakukan kriptografi. Mesin tersebut dikembangkan tahun 1918 oleh Arthur Scherbius. Banyak kriptografer yang saat itu berusaha untuk memecahkan kode yang dibuat oleh Enigma. Kemajuan yang signifikan dalam pemecahan kode baru terjadi tahun 1930-an oleh Marian Rejewski, Jerzy Rozycki dan Henryk Zygalski. Pada tahun 1941 Alan Turing membuat mesin pemecah kode bernama Bombe yang berhasil memecahkan kode yang dihasilkan oleh Enigma.
Contoh di atas merupakan gambaran dunia kriptografi, dimana akan ada orang yang disebut sebagai kriptografer yang berusaha untuk membuat algoritma. Di sisi lain ada orang yang bernama cryptanalyst yang berusaha untuk memecahkan kode yang dihasilkan algoritma tersebut. Jadi, algoritma-algoritma ini akan terus berkembang.
Sekarang apa kegunaan kriptografi di dunia modern seperti saat ini? Dunia kita saat ini terhubung dengan media bernama internet. Setiap hari ada sebanyak zettabyte (sejuta miliar gigabyte) informasi yang melalui internet. Untuk mengamankan informasi yang kita kirim melalui internet, kita harus mengenkripsinya terlebih dahulu. Karena sejatinya internet adalah tempat yang tidak aman. Contoh lain adalah penggunaan bitcoin.
Demikianlah sejarah kriptografi, selanjutnya akan kita bahas apa itu kriptografi. Semoga penjalasan di atas membuka wawasan teman-teman.



